Risiko Mengonsumsi Telur Setengah Matang

Hampir semua orang pasti menyukai telur. Selain populer dikalangan banyak orang, telur juga memiliki banyak manfaat seperti protein hewani, mineral, dan juga vitamin yang terkandung didalamnya. Karena semua orang memiliki selera yang berbeda-beda, ada yang suka mengonsumsinya seperti biasa, dan ada juga yang mengonsumsinya setengah matang. Karena kandungan yang ada dalam telur, makanan yang satu ini sangat dianjurkan untuk menjadi salah satu menu sarapan.

Kuning telurnya saja memiliki banyak kandungan, seperti asam amino, asam lemak, vitamin, karbohidrat, dan jugamineral. Dimana kandungan tersebut sangat dibutuhkan untuk tubuh kita. Dan karena kandungan yang banyak inilah, banyak orang yang tidak ingin merusaknya dan lebih memilih mengonsumsi telur setengah matang. Walaupun memiliki manfaat, mengonsumsi telur setengah matang juga akan menimbulkan beberapa risiko. Inilah beberapa risiko yang didapatkan jika terlalu sering mengonsumsi telur setengah matang, antara lain :

  1. Mengandung Bakteri Salmonela

Seperti yang sudah kita ketahui, telur ayam ataupun bebek sangat rentan terjangkit bakteri salmonella. Bakteri ini tidak hanya ada pada telur yang cangkangnya retak atau rusak, tetapi juga telur yang cangkangnya masih bagus.  Dan untuk membuat bakteri tersebut mati, diperlukan pemanasan pada suhu 57 derajat celcius selama kurang lebih 3,5 menit. Hal inilah yang sebaiknya dipertimbangkan saat ingin mengonsumsi telur setengah matang.

  1. Mengandung Unsur Melamin

Unsur melamin biasanya masuk dalam lewat pakan ayam. Melamin dalam kadar yang rendah memang tidak akan membahayakan manusia, tetapi dalam kadar tertentu dapat menyebabkan batu ginjal dan juga gagal ginjal. Dan untuk menetralkan unsur melamin dalam telur sampai saat inibelum ditemukan. Jadi, akan lebih baik jika mengonsumsi telur secara matang.

  1. Mengandung Zat Ovomucoid

Ovomucoid adalah protein yang bersifat antitrypsin. Zat dalam telur ini dapat menyebabkan papula, vesikula, gatal pada kulit, kulit memerah, dan kulit bengkak. Selain itu, zat yang satu ini juga dapat menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan. Untuk menetralkan zat ini diperlukan pemanasan sekitar 80 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Dan agar tidak terlalu lama, maka bisa dipanaskan pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit. Jadi, mulai pikirkanlah sebelum mengonsumsi telur setengah matang.

  1. Mengganggu Penyerapan Mineral dan Vitamin oleh Tubuh

Telur juga mengandung zat avidin yang dapat melindungi unsur gizi di dalamnya, zat ini juga bisa mematikan bakteri yang dapat merusaknya dari luar. Tetapi zat yang satu ini memiliki efek buruk yang dapat mengikat biotin, dan hal tersebut dapat menyebabkan terhambatnya penyerapan mineral dan vitamin oleh tubuh.

Jika tidak ingin kandungan dalam telur hilang, cara mengolah telur yang direkomendasikan adalah dengan cara merebusnya. Karena saat direbus, bagian kuning telur tidak akan terkena panas yang terlalu tinggi secara langsung sehingga gizi yan terkandung didalamnya tidak akan hilang.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *